Hubungan Administrasi , Organisasi
dan Manajemen
A.
Pengertian
Administrasi
Administrsi diartikan sebagai suatu poses
pengorganisasian sumber-sumber sehingga
tugas pekerjaan dalam organisasi tingkat apapun dilaksanakan dengan baik.
Proses administrasiakan melaksanakan tiga fungsi utama yang berhubungan erat dengan
tiga tingkatan umum dalam hierarki formal . di tingkat paling utama, yaitu
fungsi pengarahan organisasi, terutama
berkaitan dengan proses
perencanaan janka panjang dari suatu tujuan yang akan dicapai. Ditingkatan
kedua , yaitu fungsi manajemen organisasi, terutama berkaitan dengan upaya
mempertahankan organisasi sebagai suatu pekerjaan yang terus berlangsung lama,
seperti memberikan bahan-bahab, sarana-sarana, intruksi-intruksi dan penciptaan
iklim yang diperlukan oleh staf teknis atau profesional yang terlibat dalam proses
produksi (hasil). Dan di tingkat terakhir ada fungsi pengawas, fungsi ini
mengarahkan penggunaan sumber sumber serta
menjalin agar kegiatan-kegiatan profesional dan teknis dilaksanakan
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Ketiga
tingkatan ini saling berkaitan , memiliki
derajat saling hubungan secara positif dan mempunyai fungsi yang
berbeda-beda, seperti beragaamnya organisasi dari berbagai jenis dan ukuran .
misalnya dalam suatu pabrik atau dalam suatu bagian pelayanan sosial medik,
fungsi-fungsi pengarahan, manajemen dan pengawasan dapat tertanam hanya pada
satu orang. Walaupun demikian , yang terpenting adalah administrasi
didefinisikan sebagai proses umum yang pengarahan , manajemen, dan pengawasan
merupakan unsur-unsurnya
Menurut Herbert A.
Simon[1]
Administration can be
defined as the activities of groups cooperating to accomplish commons goals.
Jadi, baginya
administrasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerja sama
untuk mencapai tujuan –tujuan bersama.
Menurut Leonard B.
White[2]
Administration can be
defined as the activities of group
efforts, public or private, civil or military.
Jadi, baginya
administrasi adalah suatu proses yang umum ada pada setiap usaha kelompok
–kelompok , baik perintah maupun swasta , baik sipil or militer, baik dalam
ukuran besar maupun kecil.
Menurut Hadari Nabawi[3]
Administrasi adalah
kegiatan atau rangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama
sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya.
Definisi
para ahli tentang administrasi ini sangat banyak sehingga tidak perlu penulis
sajikan satu per satu, karena pada prinsipnya mempunyai pengertian yang sama,
yaitu antara lain :
a.
Kerja sama.
b.
Banyak orang.
c.
Untuk mencapai tujuan bersama.
Pengertian di atas dimaksudkan sebagai
administrasi dalam arti luas, sedangkan pengertian dalam arti sempit adalah
administrasi sebagaimana yang sering kita dengar sehari-hari, yaitu tata usaha.
Memang tata usaha merupakan unsur administrasi dalam arti luas. Secara lengkap
unsur-unsur pelaksanaannya tersebut sebagai berikut.[4]
a.
Pengorganisasian.
b.
Manajemen.
c.
Tata Hubungan.
d.
Keuangan.
e.
Perbekalan.
f.
Tata Usaha.
g.
Perwakilan.
B.
Fungsi
Administrasi dalam organisasi
Fungsi
Administrasi terdiri dari: tata usaha, keuangan, personalia, logistik, dan hubungan masyarakat[5]. Pelaksanaan fungsi administrasi tersebut
bersifat operasional dan terpusat pada pimpinan sebagai administrator yang
mengelola dan mengendalikan kerja sama.
1. Tata
Usaha
Setiap
organisasi harus melaksanakan aktivitas tata usaha karena aktivitas tersebut terkait dengan penyediaan,
penyimpanan dan penyampaian informasi yang diperlukan oleh pimpinan
(administrator) dalam melaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Tata usaha adalah
bagian dari aktivitas tata laksana kantor
Menurut
terry, “office management can be define
as the planning controlling, and organizing of office work, and actuating those
perfoming it so as to achieve the predetermined objuectives”. Selanjutnya
terry menambahkan bahwa “....... that
office management deals with the planning, organizing, actuating, and
controlling of office work. Di samping itu, menurut J.C. Denyer bahwa “office management is the directing and
controlling of on office in order to achieve its specified purpose in the most
economical.”
Mengacu
dari pendapat Terry dan J.C. Denyer di atas, dapat disimpulkan bahwa “office management” bukan aktivitas
teknis operasional sebagai penunjang, tetapi justru aktivitas perkantoran. Tata
usaha pada dasarnya berfungsi untuk memudahkan tugas pokok dan fungsi pimpinan
dalam mengambil keputusan. Oleh sebab itu tata usaha merupakan usaha penyediaan
data yang terkait dengan tujuan atau visi dan misi organisasi. Di samping itu
tata usaha juga berfungsi untuk melayani atau membantu anggota/staff/karyawan
organisasi dalam meningkatkan kinerjanya.
2. Keuangan
Sering
kali kita mendengar statement yang mengungkapkan bahwa “uang bukan
segala-galanya, tetapi segala-galanya belum tentu akan efektf dan rasional
tanpa uang”. Demikian pula halnya di organisasi
saat ini, bahwa setiap aktivitas dalam organisasi berhubungan dengan
keuangan. Nawawi berpendapat bahwa semakin besar aktivitas yang dilaksanakan
untuk mencapai tujuan, maka semakin besar pula dana yang dibutuhkan.
3. Personalia
Administrasi
juga dimaksudkan untuk mengendalikan proses kerja sama antar individu di dalam
organisasi agar kebersamaan manusia sebagai agar terjadi ke kompakan di antara
mereka. Manulang menjelaskan bahwa personel adalah “keseluruhan orang yang
dipekerjakan dalam badan tertentu, baik di lembaga pemerintahan maupun dalam
badan usaha”.
4. Logistik
(Pembekalan)
Proses
pengelolaan peralatan (logistik/pembekalan) merupakan rangkaian aktivitas
pengadaan yang didahului dengan perencanaan, pemakaian, penyimpanan,
pemeliharaan dan pemusnahan. Proses tersebut bermaksud untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas pokok organisasi. Oleh karena
itu Administrasi Pembekalan dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas
pelayanan fasilitas material berupa sarana atau peralatan/perlengkapan kerja
dan fasilitas lain yang berpengaruh dan dapat meningkatkan efektivitas dan
efisiensinya dalam mewujudkan tujuan organisasi.
5. Hubungan
Masyarakat
Hubungan
Masyarakat (Humas) sangat penting eksistensinya
sangat signifikan di dalam organisasi. Tugas pokok humas adalah memberikan informasi tentang kinerja
atau produk organisasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pemberian informasi
tersebut agar masyrakat mengetahui apa yang dilakukan[6]
organisasi atau apa yang dihasilkan organisasi.
C.
Perilaku
Administrasi dalam Organisasi
Perilaku
administrasi merupakan perilaku individu dalam organisasi yang cenderung
memiliki pola yang sama. Semua perilaku tersebut berproses atau merupakan
rangkaian yang tidak terputus, karena perilaku yang satu mendasari
dilaksanakannya perilaku yang lain. Setiap perilaku administrasi
berkesinambungan itu menunjukan pola pengendalian kerja sama sejumah individu,
untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Jika pengendalian kerja sama tidak
terpola, maka perilaku tersebut bukan perilaku administrasi, meskipun dilaksanakan
di dalam sebuah organisasi. Misalnya perilaku mengontrol disiplin personel
dalam organisasi adalah perilaku administrasi, karena bermaksud mengendalikan
personel agar hanya mengerjakan pekerjaan/aktivitas yang terarah pada tujuan
organisasi. Oleh sebab itu, perilaku administrasi merupakan satu kesatuan
dengan organisasi dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan
organisasi.
D.
Hubungan
Administrasi dan Manajemen
Administrasi
dan manajemen, banyak pendapat yang mengatakan
bahwa manajemen adalah bagian dari administrasi seperti dia atas dan ada
pula sebaliknya. Sebenarnya keduanya tergantung dari tempat atau negara mana
pendapat itu berasal.[7]
Pada kesempatan lain para ahli administrasi pada umumnya sependapat bahwa
manajemen merupakan inti dari manajemen.[8]
Dalam penerapan adminstrasi dan manajemen tidak
dapat dipisahkan hanya kegiatannya yang dapat dibedakan karena di dalam
administrasi terdapat manajemen yang berfungsi sebagai motor penggerak jalannya
administrasi Negara.Banyak hal yang membedakan administrasi dengan manajemenai,
strata yang berada di atas manajemen, eselon, strategi, qualitative, orang,
reflektif,dan generalism.Dalam manajemen meliputi bidang keilmuan
eksekusi,fakta, kedudukannya di bawah dari administrasi
Adminmistrasi bersifat konsep menentukan tujuan dan
kebijaksanaan umum secara menyeluruh sedangkan manajemen sebagai subkonsep yang
bertugas melaksanakan semua kegiatan untuk mencapai tujuan dan kebijaksanaan
yang sudah tertentu pada tingkat administrasi
Administrasi lebih luas dari pada manajemen karena
manajemen sebagai salah satu unsurt dan merupakan inti dari administrasi
sebagai pelaksana yang bersifar operasional melainkan mengatur tindakan
-tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang disebut “bawahan” jadi dengan
manajemen administrasi akan mencapai tujuannya
Hubungan manajemen dengan administrasi dapat
dianggap sebagai suatu proses yang menggerakan kegiatan dalam administrasi itu
sehingga tujuan yang telah dibentuk benar- benar tercapai.
E.
Hubungan
Administrasi dan Organisasi
Administrasi
dan Organisasi merupakan aktivitas
penunjang dalam mengendalikan proses kerja sama beberapa anggota
organisasi/staf/karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Aktivitas penunjang
tersebut harus dilakukan secara menyeluruh untuk menyukseskan proses kerja
sama. Di samping itu, pelaksanaan aktivitas penunjang tersebut, tentu akan
meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan rasionalitas kerja sama.
Ada beberapa orang yang
beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya
saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah,
sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator
sama [9]artinya
dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada
penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer
pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi
keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain.
Administrasi merupakan
proses kerja sama antar dua orang atau lebih berdasarkan rasionalitas tertentu
untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan. Kemudian, agar kegiatan
kerja sama tersebut berhasil dengan baik maka dibutuhkan sebuah kerangka atau
wadah atau struktur. Wadah itulah yang dinamakan organisasi. Administrasi
menekankan kepada proses kegiatan pengkoordinasian orang-orang yang
berkerjasama, alat-alat dan dana yang digunakan untuk mencapai tujuan yang
inginkan. Jadi dapat dipahami, bahwa kegiatan tatausaha masih termasuk dalam
arti luasnya adalah keseluruhan kegiatan dalam organisasi. Organisasi adalah
wadah/suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan
umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan
tanggungjawab, meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu
bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
F.
Pengertian
Manajemen
Manajemen pada dasarnya
adalah upaya mengatur segala sesuatu[10]
untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam kegiatan mengatur ini kemudian timbul
beberapa masalah. Siapa yang mengatur,mengapa harus diatur , dan apa tujuan
dari pengaturan tersebut. Dari pertanyaan tersebut maka diperlukan kegiatan
mempelajari, mendalami, dan mempraktikkan konsep manajemen secara baik sehingga
tujuan organisaasi dapat di capai dengan baik.
Kaerena
sifat pengaturan melekat pada manajemen, maka banyak orang yang mengartikan
manajemen sebagai tata laksana atau ketatalaksanaan , yaitu suatu kegiatan
mengatur , membimbing, dan memimpin orang-orang yang menjadi bawahan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari
uraian tersebut tampak bahwa dalam manajemen terdapat dua hal penting, yaitu :
a. Jabatan,
yaitu kedudukan-kedudukan yang disediakan bagi orang-orang yang memenuhi syarat
dan keahlian dalam jabatan tersebut.
b. Job, yaitu
pekerjaan merencanakan, mengatur, mengarahkan, melaksanakan, dan mengawasi atau
mengendalikan jalannyakegiatan dalam pencapaian tujuan tertentu.
Untuk
lebih jelasnya, berikut ini disajikan beberapa definisi manajemen menurut para
ahli manajemen.
1. Menurut
S.P Hasibuan[11]
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumbr-sumber lainnya secara efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2. Menurut
harlod koonts dan cyril[12] “management is getting things done through
people. In bringing about this coordinating of group activity, the manager
plans, organizes, staffs, direct, and control the activities other people”. Artinya
manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan
orang lain.
3. Menurut
Sondang P. Siagian[13]
Manajemen adalah kemampuan dan
keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan
melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
Dari
definisi-definisi tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ada yang menyebut
manajemen sebagai ilmu dan ada pula yang berpendapat manajemen sebagai seni.
Manajemen sebagai ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan
sistematis. Manajemen sebagai seni adalah suatu kreativitas pribadi yang
disertai suatu keterampilan. Ilmu pengetahuan mengajarkan kepada orang tentang
suatu pengetahuan tertentu, sedangkan seni mendorong orang untuk
mempraktikannya. Seni dalam manajemen meliputi kemampuan untuk memadukan suatu
visi atau tujuan dengan keterampilan tertentu. Dengan demikian, seorang manajer
dapat disebut sebagai eorang ilmuan dan juga senian. Orang yang memiliki
pengetahuan luas tentang konsep dan prinsip-prinsip manajemen belum tentu dapat
melaksanakannya jika tidak menguasai manajemen.
G.
Mengapa
manajemen dibutuhkan ?
Manajemen
dibutuhkan semua orang atau oganisasi. Tnpa manajemen usaha untuk mencapai
suatu tujuan akan sia-sia belaka.
Adapun alasan yang
diperlukan manajemen adalah sebagai berikut :
a.
Manajemen dibutuhkan untuk mencapai
tujuan pribadi, kelompok, organisasi atau perusahaan.
b.
Manajemen dibutuhkan untuk menciptakan
keseimbangan diantara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran, dan kegiatan-kegiatan
dari perusahaan, seperti pengusaha dan karyawan, kreditur dan nasabah, atau
masyarakat dan pemerintah.
c.
Manajemen dibutuhkan untuk mencapai
efisiensi dan produktivitas kerja organisasi atau perusahaan.
H.
Manajemen
Organisasi
` Eksistensi manajemen dalam organisasi
menjadi sangat penting, karena tanpa manajemen tidak akan ada tujuan organisasi
yang akan dicapai. Untuk mencapai tujuan organisasi, tentu sangat ditentukan
oleh kompetensi individu-individu yang mengendalikan manajemen atau di sebut
manajer. Manajer menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan untuk
mengefektikan proses dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh
organisasi semaksimal munkin.
Manajemen sangat penting bagi setip
aktivitas-aktivitas individu atau kelompok dalam organisasi untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. Manajemen berorientasi pada proses yang berarti bahwa
manajemen membutuhkan sumber daya manusia, pengetahuan, dan keterampilan agar
aktifitas lebih efektif atau dapat menghasilkan tindakan dalam mencapai
kesuksesan.
I.
Fungsi
dasar Manajemen Organisasi
Menurut
George R. Terry[14]
fungsi dasar Manajemen dibagi menjadi empat, yaitu :
1.) Perencanaan
(Planning)
Perencanaan
adalah kegiatan yang pertama-tama yang harus dilaksanakan sebelum aktivitas
lainnya dilakukan. Oleh sebab itu, perencana yang baik adalah perencana yang
berorientasi tujuan (goal oriented).(1993)
Dalam
menyusun perencanaan, menurut setiono (1993) ada 7 tahapan yang perlu
dilakukan, yaitu 1. Membuat perkiraan yang dihubungkan dengan pencapaian
tujuan, 2. menetapkan tujuan, 3. Mengumpulkan data-data informasi yang
diperlukan sebagai bahan penyusunan perencanaan, 4. Menentukan alternatif , 5.
Menyusun rencana, 6. Menetapkan rencana, dan 7. Melaksanakan rencana. Setelah
menyusun dan menetapkan rencana kegiatan, langkah selanjutnya adalah melakukan
pengorganisasian.
2.) Pengorganisasian
(Organizing)
Pengorganisasian
adalah suatu proses mendistribusikan pekerjaan dan tugas-tugas serta
mengkoordinasikannya untuk mencapai tujuan organisasi
Ada
4 hal yang perlu dilakukan dalam aktivitas ‘organizing’,
yaitu a.) membagi dan mengelompokkan pekerjaan, b.) menetapkan pekerjaan yang
harus dilakukan , c.) pendelegasian wewenang, d.) menyediakan tempat kerja dan
teknologi pendukung. Di samping itu Terry mengungkapkan 6 cara mengorganisasi (how to organize) :
1.
Know
the organization’s objctives (mengetahui tujuan
organisasi)
Usaha pengorganisasian harus sejalan
dengan pekerjaan yang akan dikerjakan atau diselesaikan. Oleh sebab itu,
mengetahui atau menetapkan ‘tujuan’ organisasi merupakan langkah yang
sangat penting, oleh karena ‘tujuan’
merupakan syarat yang mendasar dalam melakukan pengorganisasian.
2.
Breakdown
the work to be done into compenent activities :
Susunlah secara berurut kegiatan/ pekerjaan yang akan dilaksanakan[15]..
3.
Group
the activities into practical unit (mengelompokkan kegiatan
pada unit/bagian/bidangnya masing-masing) misalnya kegiatan ‘olah raga’ harus
berada/dikerjakan/di bawah tanggung jawab kepala dinas/kepala bagian pemuda dan
olahraga.
4.
Define
clearly the duties to be carried out and indicate by whom. Uraikan
atau definisikan dengan jelas tugas yang harus dilaksanakan dan catat person[16] yang diindikasikan sesuai atau sangat pantas
dikerjakan oleh peson tersebut.
5.
Assign
qualified personel setelah
tugas difahami tentukan orang/staff yang akan melaksanakan. Apabila organisasi
ingin mencapai tujuannya dengan efektif, efisien dan rasional, maka penentuan orang tidak lagi
lagi didasarkan paa “family approach,
money approach or political approach’ . melainkan didasarkan pada
kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki oleh staff dengan tugas yang dia
akan laksanakan. Oleh sebab itu, bagi banyak organisasi modern , sebelum
menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas tersebut calon pekerja menjalani
psyco-test atau poencial academic test. Melalui hasil test itulah akan mudah
diketahui tugas yang sesuai dengan caln pekerja yang akan melaksanakan tugas
tersebut.
6.
Deligate
the require authority to the assigned personnel. Mendelegasikan[17] kepada
person yang telah ditunjuk untuk melaksanakan tugas.
3.) Actuating/Directing
Setelah
melakukan pengorganisasian, langkah selanjutnya yaitu “actuating’ pekerjaan.
Actuating
dimaksudkan agar sumber daya manusia dalam organisasi mau dan suka melakukan
dan menyelesaikan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu,
‘actuating’ juga diorientasiakan agar setiap individu dalam organisasi
diharapkan bersedia melaksanakan dan kenyelesaikan pekerjaannya tanpe menunggu
dari perintah atasan. Setiap individu dalam organisasi diharapkan berinisiatif
melaksanakan dan menyelesaikan tugas mereka masing-masing. Merekapun diharapkan
mampu menjalin kerja sama antara sesama tidak petugas/karyawan serta mencari
dan membuka akses ’network’ dengan pihak eksternal tanpa perintah
pimpinan.
4.) Pengawasan
(controlling)
Sebagai
salah satu dimensi fungsi manajemen, ‘controlling’
dimaksudkan untuk melaksanakan penilaian dan koreksi terhadap proses pekerjaan
yang sedang berlangsung.
Tujuan
penilaian dan koreksi dalam aktivitas ‘conrolling’ dimaksudkan agar proses
pekerjakan yang ditemukan menyimpang dapat diperbaiki. Pimpinan melakukan
pemeriksaan dan mencocokkan rencana kerja dengan pekerjaan yang sedang
dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan yang sedang dilaksanakan
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Pengawasan terdiri dari dua tahap[18]
1. Menetapakan standar kriteria pelaksanaan pekerjaan (untuk mengatur
pelaksanaan pekerjaan dalam organisasi) 2. Pengawasan adalah pengukuran hasil
kerja.
Proses
pengawasan tergantung pada kondisi kerja organisasi dan selanjutnya
pimpinan/manajer memberikan tanggung jawab kepada seseorang yang diamanatkan
khusus untuk melaksanakan pengawasan. Seseorang yang diberi kewenangan untuk
melakukan pengawasan harus bebas dari pengawasan.
J.
Peran
Manajemen Organisasi
Peran
manajemen dimaksudkan untuk menggambarkan peran yang harus dilakukan oleh
seorang pemimpin atau manajer dalam mengelola atau menggerakkan organisasi. Ada
tiga peran [19]
yang harus dilakukan oleh manajer dalam mengelola atau menggerakan organisasi.
1. Menjalin hubungan antarpribadi
Ada
3 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalan menjalin hubungan antar
pribadi , yaitu sebagai:
a. Pemimpin
simbolis ditugaskan untuk menjalankan kewajiban rutin yang bersifat legal dan
sosial, seperti: memberikan ucapan selamat datang kepada tamu, menandatangani dokumen
resmi organisasi.
b. Pemimpin
ditudaskan untuk memotivasi, melatih, mengisi staf dan melakukan aktivitas
bersama karyawan.
c. Penghubung
betugas untuk memperluas jaringan, memberikan informasi dan melakukan semua
aktivitas yang melibatkan pihak eksternal.
2. Menjaring
informasi
Ada
2 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalam menjaring informasi,
yaitu sebagai :
a. Pemantau
ditugaskan untuk mencari informasi internal dan eksternal.
b. Penyebab
ditugaskan untuk meneruskan informasi yang didapatkan kepada anggota
organisasi.
3. Peran
dalam pengambilan keputusan
Ada
4 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalam mengambil keputusan,
yaitu sebagai :
a.
Entrepreneur
(wirausahaan)
yang ditugaskan untuk mencari peluang dan usaha untuk mengembangkan organisasi
dengan jalan pengorganisasian strategis dan mengembangkan program baru.
b.
Disturbance
handler (penyelesaian gangguan) yang bertanggung jawab atas
tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan.
c.
Resources
allocator (pengalokasi sumber daya) yang membuat atau menyetujui keputusan-keputusan organisasi
serta tanggung jawab atas alokasi sumber daya organisasi.
d.
Perunding yang bertanggung jawab
mewakili organisasi melakukan perundingan-perundingan untuk kepentingan
pengembangan organisasi.
K.
Hubungan antara Manajemen dengan
Organisasi
Organisasi
Secara sederhana,
organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan
bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi
ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Kemudian menurut Janet M. Kragel
organisasi sebagai organisme
Manajemen
Segala yang terjadi dalam
proses mencapai tujuan tadi memerlukan pengelolaan. Disinilah manajemen masuk
dalam organisasi. Dalam kalimat yang sederhana, manajemen berarti juga proses
mengatur segala hal dalam organisasi.
Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari asal
kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. kata-kata itu
digabung menjadi kata kerja managere yang berarti menangani, managere
diterjemahkan kedalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage untuk
orang yang melakukan kegiatan manajemen akhinya management diterjemahkan
kedalam bahasa indonesia menjadi manajemen/ pengelolaan.Manajemen
adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara
kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu
dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan
sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien
untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah
sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.
[1] Herbert A. Simon., public administration, Alfred Knopf, New
York, 1959, hal 3
[2] Leonard white, introduction
to The Study of Public Administration , The Mac Millan Company, New York,
1955, hal 1
[3] Hadari Nabawi, administrasi personel, Gunung Agung,
Jakarta, 1990.
[4] The Liang Gie, Administrasi Perkantoran Modern, Nur
Cahaya, Yogyakarta, 1983, hal 12
[5] Nawawi Handari dan M. Martini
Hadari, ilmu administrasi, Ghalia
Indonesia, Jakarta, 1994.
[6] Mengetahui : tugas pokok dan
fungsi humas (hubungan masyrakat)
[7] Prajudi Atmosudirjo, Administrasi Dan Manajemen Umum,
Ghalia Indonesia, jakarta, 1982, hal 32.
[8] Sondang P. Siagian, Administrasi Pembangunan, Gunung Agung,
Jakarta, 1985 hal 7
[9] Sahya
anggara,
[10] Sesuatu : sumber daya
[11] S.P Hasibuan, manajemen dasar, pengertian dan masalah
[12] harlod koonts dan cyril, principles of management and analyses of
management function
[13] Sondang P. Siagian, Administrasi
Pembangunan
[14] Terry, George. R, Priciple of Management, United state of
America, Ruchard D. Irwin Inc 1958.
[15] Disusun
secara prosedural
[16] Person
: staff atau pejabat
[17]
Mendelegasikan kekuasaan
[18] Menurut
Murdiek (1983)
[19] Meneurut Henry mintzberg
(robbin,2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar