Minggu, 21 September 2014

Hubungan Administrasi, Organisasi dan Manajemen



Hubungan Administrasi , Organisasi dan Manajemen

A.    Pengertian Administrasi
Administrsi  diartikan sebagai suatu poses pengorganisasian  sumber-sumber sehingga tugas pekerjaan dalam organisasi tingkat apapun dilaksanakan dengan baik. Proses administrasiakan melaksanakan tiga fungsi utama yang berhubungan erat dengan tiga tingkatan umum dalam hierarki formal . di tingkat paling utama, yaitu fungsi pengarahan organisasi, terutama  berkaitan  dengan proses perencanaan janka panjang dari suatu tujuan yang akan dicapai. Ditingkatan kedua , yaitu fungsi manajemen organisasi, terutama berkaitan dengan upaya mempertahankan organisasi sebagai suatu pekerjaan yang terus berlangsung lama, seperti memberikan bahan-bahab, sarana-sarana, intruksi-intruksi dan penciptaan iklim yang diperlukan oleh staf teknis atau profesional yang terlibat dalam proses produksi (hasil). Dan di tingkat terakhir ada fungsi pengawas, fungsi ini mengarahkan penggunaan sumber sumber serta  menjalin agar kegiatan-kegiatan profesional dan teknis dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Ketiga tingkatan ini saling berkaitan , memiliki  derajat saling hubungan secara positif dan mempunyai fungsi yang berbeda-beda, seperti beragaamnya organisasi dari berbagai jenis dan ukuran . misalnya dalam suatu pabrik atau dalam suatu bagian pelayanan sosial medik, fungsi-fungsi pengarahan, manajemen dan pengawasan dapat tertanam hanya pada satu orang. Walaupun demikian , yang terpenting adalah administrasi didefinisikan sebagai proses umum yang pengarahan , manajemen, dan pengawasan merupakan unsur-unsurnya
Menurut Herbert A. Simon[1]
Administration can be defined as the activities of groups cooperating to accomplish commons goals.
Jadi, baginya administrasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerja sama untuk mencapai tujuan –tujuan bersama.
Menurut Leonard B. White[2]
Administration can be defined  as the activities of group efforts, public or private, civil or military.
Jadi, baginya administrasi adalah suatu proses yang umum ada pada setiap usaha kelompok –kelompok , baik perintah maupun swasta , baik sipil or militer, baik dalam ukuran besar maupun kecil.
Menurut Hadari Nabawi[3]
Administrasi adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan  sebelumnya.
Definisi para ahli tentang administrasi ini sangat banyak sehingga tidak perlu penulis sajikan satu per satu, karena pada prinsipnya mempunyai pengertian yang sama, yaitu antara lain :
a.       Kerja sama.
b.      Banyak orang.
c.       Untuk mencapai tujuan bersama.
 Pengertian di atas dimaksudkan sebagai administrasi dalam arti luas, sedangkan pengertian dalam arti sempit adalah administrasi sebagaimana yang sering kita dengar sehari-hari, yaitu tata usaha. Memang tata usaha merupakan unsur administrasi dalam arti luas. Secara lengkap unsur-unsur pelaksanaannya tersebut sebagai berikut.[4]
a.       Pengorganisasian.
b.      Manajemen.
c.       Tata Hubungan.
d.      Keuangan.
e.       Perbekalan.
f.       Tata Usaha.
g.      Perwakilan.

B.     Fungsi Administrasi dalam organisasi
Fungsi Administrasi terdiri dari: tata usaha, keuangan,  personalia, logistik, dan hubungan masyarakat[5].  Pelaksanaan fungsi administrasi tersebut bersifat operasional dan terpusat pada pimpinan sebagai administrator yang mengelola dan mengendalikan kerja sama.
1.      Tata Usaha
Setiap organisasi harus melaksanakan aktivitas tata usaha karena aktivitas  tersebut terkait dengan penyediaan, penyimpanan dan penyampaian informasi yang diperlukan oleh pimpinan (administrator) dalam melaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Tata usaha adalah bagian dari aktivitas tata laksana kantor
Menurut terry, “office management can be define as the planning controlling, and organizing of office work, and actuating those perfoming it so as to achieve the predetermined objuectives”. Selanjutnya terry menambahkan bahwa “....... that office management deals with the planning, organizing, actuating, and controlling of office work. Di samping itu, menurut J.C. Denyer bahwa “office management is the directing and controlling of on office in order to achieve its specified purpose in the most economical.”
Mengacu dari pendapat Terry dan J.C. Denyer di atas, dapat disimpulkan bahwa “office management” bukan aktivitas teknis operasional sebagai penunjang, tetapi justru aktivitas perkantoran. Tata usaha pada dasarnya berfungsi untuk memudahkan tugas pokok dan fungsi pimpinan dalam mengambil keputusan. Oleh sebab itu tata usaha merupakan usaha penyediaan data yang terkait dengan tujuan atau visi dan misi organisasi. Di samping itu tata usaha juga berfungsi untuk melayani atau membantu anggota/staff/karyawan organisasi dalam meningkatkan kinerjanya.
2.      Keuangan
Sering kali kita mendengar statement yang mengungkapkan bahwa “uang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya belum tentu akan efektf dan rasional tanpa uang”. Demikian pula halnya di organisasi  saat ini, bahwa setiap aktivitas dalam organisasi berhubungan dengan keuangan. Nawawi berpendapat bahwa semakin besar aktivitas yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan, maka semakin besar pula dana yang dibutuhkan.
3.      Personalia
Administrasi juga dimaksudkan untuk mengendalikan proses kerja sama antar individu di dalam organisasi agar kebersamaan manusia sebagai agar terjadi ke kompakan di antara mereka. Manulang menjelaskan bahwa personel adalah “keseluruhan orang yang dipekerjakan dalam badan tertentu, baik di lembaga pemerintahan maupun dalam badan usaha”.
4.      Logistik (Pembekalan)
Proses pengelolaan peralatan (logistik/pembekalan) merupakan rangkaian aktivitas pengadaan yang didahului dengan perencanaan, pemakaian, penyimpanan, pemeliharaan dan pemusnahan. Proses tersebut bermaksud untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas pokok organisasi. Oleh karena itu Administrasi Pembekalan dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pelayanan fasilitas material berupa sarana atau peralatan/perlengkapan kerja dan fasilitas lain yang berpengaruh dan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensinya dalam mewujudkan tujuan organisasi.
5.      Hubungan Masyarakat
Hubungan Masyarakat (Humas) sangat penting eksistensinya  sangat signifikan di dalam organisasi. Tugas pokok humas  adalah memberikan informasi tentang kinerja atau produk organisasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pemberian informasi tersebut agar masyrakat mengetahui apa yang dilakukan[6] organisasi atau apa yang dihasilkan organisasi.
C.      Perilaku Administrasi dalam Organisasi
Perilaku administrasi merupakan perilaku individu dalam organisasi yang cenderung memiliki pola yang sama. Semua perilaku tersebut berproses atau merupakan rangkaian yang tidak terputus, karena perilaku yang satu mendasari dilaksanakannya perilaku yang lain. Setiap perilaku administrasi berkesinambungan itu menunjukan pola pengendalian kerja sama sejumah individu, untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Jika pengendalian kerja sama tidak terpola, maka perilaku tersebut bukan perilaku administrasi, meskipun dilaksanakan di dalam sebuah organisasi. Misalnya perilaku mengontrol disiplin personel dalam organisasi adalah perilaku administrasi, karena bermaksud mengendalikan personel agar hanya mengerjakan pekerjaan/aktivitas yang terarah pada tujuan organisasi. Oleh sebab itu, perilaku administrasi merupakan satu kesatuan dengan organisasi dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan organisasi.

D.    Hubungan Administrasi dan Manajemen
Administrasi dan manajemen, banyak pendapat yang mengatakan  bahwa manajemen adalah bagian dari administrasi seperti dia atas dan ada pula sebaliknya. Sebenarnya keduanya tergantung dari tempat atau negara mana pendapat itu berasal.[7] Pada kesempatan lain para ahli administrasi pada umumnya sependapat bahwa manajemen merupakan inti dari manajemen.[8]
Dalam penerapan adminstrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan hanya kegiatannya yang dapat dibedakan karena di dalam administrasi terdapat manajemen yang berfungsi sebagai motor penggerak jalannya administrasi Negara.Banyak hal yang membedakan administrasi dengan manajemenai, strata yang berada di atas manajemen, eselon, strategi, qualitative, orang, reflektif,dan generalism.Dalam manajemen meliputi bidang keilmuan eksekusi,fakta, kedudukannya di bawah dari administrasi
Adminmistrasi bersifat konsep menentukan tujuan dan kebijaksanaan umum secara menyeluruh sedangkan manajemen sebagai subkonsep yang bertugas melaksanakan semua kegiatan untuk mencapai tujuan dan kebijaksanaan yang sudah tertentu pada tingkat administrasi
Administrasi lebih luas dari pada manajemen karena manajemen sebagai salah satu unsurt dan merupakan inti dari administrasi sebagai pelaksana yang bersifar operasional melainkan mengatur tindakan -tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang disebut “bawahan” jadi dengan manajemen administrasi akan mencapai tujuannya
Hubungan manajemen dengan administrasi dapat dianggap sebagai suatu proses yang menggerakan kegiatan dalam administrasi itu sehingga tujuan yang telah dibentuk benar- benar tercapai.

E.     Hubungan Administrasi dan Organisasi
Administrasi dan Organisasi  merupakan aktivitas penunjang dalam mengendalikan proses kerja sama beberapa anggota organisasi/staf/karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Aktivitas penunjang tersebut harus dilakukan secara menyeluruh untuk menyukseskan proses kerja sama. Di samping itu, pelaksanaan aktivitas penunjang tersebut, tentu akan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan rasionalitas kerja sama.
Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama [9]artinya dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain.
Administrasi merupakan proses kerja sama antar dua orang atau lebih berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan. Kemudian, agar kegiatan kerja sama tersebut berhasil dengan baik maka dibutuhkan sebuah kerangka atau wadah atau struktur. Wadah itulah yang dinamakan organisasi. Administrasi menekankan kepada proses kegiatan pengkoordinasian orang-orang yang berkerjasama, alat-alat dan dana yang digunakan untuk mencapai tujuan yang inginkan. Jadi dapat dipahami, bahwa kegiatan tatausaha masih termasuk dalam arti luasnya adalah keseluruhan kegiatan dalam organisasi. Organisasi adalah wadah/suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab, meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
F.       Pengertian Manajemen
Manajemen pada dasarnya adalah upaya mengatur segala sesuatu[10] untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam kegiatan mengatur ini kemudian timbul beberapa masalah. Siapa yang mengatur,mengapa harus diatur , dan apa tujuan dari pengaturan tersebut. Dari pertanyaan tersebut maka diperlukan kegiatan mempelajari, mendalami, dan mempraktikkan konsep manajemen secara baik sehingga tujuan organisaasi dapat di capai dengan baik.
     Kaerena sifat pengaturan melekat pada manajemen, maka banyak orang yang mengartikan manajemen sebagai tata laksana atau ketatalaksanaan , yaitu suatu kegiatan mengatur , membimbing, dan memimpin orang-orang yang menjadi bawahan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
     Dari uraian tersebut tampak bahwa dalam manajemen terdapat dua hal penting, yaitu :
a.       Jabatan, yaitu kedudukan-kedudukan yang disediakan bagi orang-orang yang memenuhi syarat dan keahlian dalam jabatan tersebut.
b.      Job, yaitu pekerjaan merencanakan, mengatur, mengarahkan, melaksanakan, dan mengawasi atau mengendalikan jalannyakegiatan dalam pencapaian tujuan tertentu.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini disajikan beberapa definisi manajemen menurut para ahli manajemen.
1.      Menurut S.P Hasibuan[11] Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan sumbr-sumber lainnya secara efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.      Menurut harlod koonts dan cyril[12] “management is getting things done through people. In bringing about this coordinating of group activity, the manager plans, organizes, staffs, direct, and control the activities other people”. Artinya manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
3.      Menurut Sondang P. Siagian[13] Manajemen  adalah kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
Dari definisi-definisi tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ada yang menyebut manajemen sebagai ilmu dan ada pula yang berpendapat manajemen sebagai seni. Manajemen sebagai ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Manajemen sebagai seni adalah suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Ilmu pengetahuan mengajarkan kepada orang tentang suatu pengetahuan tertentu, sedangkan seni mendorong orang untuk mempraktikannya. Seni dalam manajemen meliputi kemampuan untuk memadukan suatu visi atau tujuan dengan keterampilan tertentu. Dengan demikian, seorang manajer dapat disebut sebagai eorang ilmuan dan juga senian. Orang yang memiliki pengetahuan luas tentang konsep dan prinsip-prinsip manajemen belum tentu dapat melaksanakannya jika tidak menguasai manajemen.
G.    Mengapa manajemen dibutuhkan ?
Manajemen dibutuhkan semua orang atau oganisasi. Tnpa manajemen usaha untuk mencapai suatu tujuan akan sia-sia belaka.
Adapun alasan yang diperlukan manajemen adalah sebagai berikut :
a.       Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan pribadi, kelompok, organisasi atau perusahaan.
b.      Manajemen dibutuhkan untuk menciptakan keseimbangan diantara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran, dan kegiatan-kegiatan dari perusahaan, seperti pengusaha dan karyawan, kreditur dan nasabah, atau masyarakat dan pemerintah.
c.       Manajemen dibutuhkan untuk mencapai efisiensi dan produktivitas kerja organisasi atau perusahaan.

H.    Manajemen Organisasi
`          Eksistensi manajemen dalam organisasi menjadi sangat penting, karena tanpa manajemen tidak akan ada tujuan organisasi yang akan dicapai. Untuk mencapai tujuan organisasi, tentu sangat ditentukan oleh kompetensi individu-individu yang mengendalikan manajemen atau di sebut manajer. Manajer menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan untuk mengefektikan proses dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi semaksimal munkin.
           Manajemen sangat penting bagi setip aktivitas-aktivitas individu atau kelompok dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen berorientasi pada proses yang berarti bahwa manajemen membutuhkan sumber daya manusia, pengetahuan, dan keterampilan agar aktifitas lebih efektif atau dapat menghasilkan tindakan dalam mencapai kesuksesan.
I.       Fungsi dasar Manajemen Organisasi
Menurut George R. Terry[14] fungsi dasar Manajemen dibagi menjadi empat, yaitu :
1.)    Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah kegiatan yang pertama-tama yang harus dilaksanakan sebelum aktivitas lainnya dilakukan. Oleh sebab itu, perencana yang baik adalah perencana yang berorientasi tujuan (goal oriented).(1993)
Dalam menyusun perencanaan, menurut setiono (1993) ada 7 tahapan yang perlu dilakukan, yaitu 1. Membuat perkiraan yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan, 2. menetapkan tujuan, 3. Mengumpulkan data-data informasi yang diperlukan sebagai bahan penyusunan perencanaan, 4. Menentukan alternatif , 5. Menyusun rencana, 6. Menetapkan rencana, dan 7. Melaksanakan rencana. Setelah menyusun dan menetapkan rencana kegiatan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengorganisasian.
2.)    Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah suatu proses mendistribusikan pekerjaan dan tugas-tugas serta mengkoordinasikannya untuk mencapai tujuan organisasi
Ada 4 hal yang perlu dilakukan dalam aktivitas ‘organizing’, yaitu a.) membagi dan mengelompokkan pekerjaan, b.) menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan , c.) pendelegasian wewenang, d.) menyediakan tempat kerja dan teknologi pendukung. Di samping itu Terry mengungkapkan 6 cara mengorganisasi (how to organize) :
1.      Know the organization’s objctives (mengetahui tujuan organisasi)
Usaha pengorganisasian harus sejalan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan atau diselesaikan. Oleh sebab itu, mengetahui atau menetapkan ‘tujuan’ organisasi merupakan langkah yang sangat  penting, oleh karena ‘tujuan’ merupakan syarat yang mendasar dalam melakukan pengorganisasian.
2.      Breakdown the work to be done into compenent activities : Susunlah secara berurut kegiatan/ pekerjaan yang akan dilaksanakan[15]..
3.      Group the activities into practical unit (mengelompokkan kegiatan pada unit/bagian/bidangnya masing-masing) misalnya kegiatan ‘olah raga’ harus berada/dikerjakan/di bawah tanggung jawab kepala dinas/kepala bagian pemuda dan olahraga.
4.      Define clearly the duties to be carried out and indicate by whom. Uraikan atau definisikan dengan jelas tugas yang harus dilaksanakan dan catat person[16]  yang diindikasikan sesuai atau sangat pantas dikerjakan oleh peson tersebut.
5.      Assign  qualified personel setelah tugas difahami tentukan orang/staff yang akan melaksanakan. Apabila organisasi ingin mencapai tujuannya dengan efektif, efisien  dan rasional, maka penentuan orang tidak lagi lagi didasarkan paa “family approach, money approach or political approach’ . melainkan didasarkan pada kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki oleh staff dengan tugas yang dia akan laksanakan. Oleh sebab itu, bagi banyak organisasi modern , sebelum menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas tersebut calon pekerja menjalani psyco-test atau poencial academic test. Melalui hasil test itulah akan mudah diketahui tugas yang sesuai dengan caln pekerja yang akan melaksanakan tugas tersebut.
6.      Deligate the require authority to the assigned personnel.  Mendelegasikan[17] kepada person yang telah ditunjuk untuk melaksanakan tugas.
3.)    Actuating/Directing
Setelah melakukan pengorganisasian, langkah selanjutnya yaitu “actuating’ pekerjaan.
Actuating dimaksudkan agar sumber daya manusia dalam organisasi mau dan suka melakukan dan menyelesaikan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu, ‘actuating’ juga diorientasiakan agar setiap individu dalam organisasi diharapkan bersedia melaksanakan dan kenyelesaikan pekerjaannya tanpe menunggu dari perintah atasan. Setiap individu dalam organisasi diharapkan berinisiatif melaksanakan dan menyelesaikan tugas mereka masing-masing. Merekapun diharapkan mampu menjalin kerja sama antara sesama tidak petugas/karyawan serta mencari dan membuka akses ’network  dengan pihak eksternal tanpa perintah pimpinan.
4.)    Pengawasan (controlling)
Sebagai salah satu dimensi fungsi manajemen, ‘controlling’ dimaksudkan untuk melaksanakan penilaian dan koreksi terhadap proses pekerjaan yang sedang berlangsung.
Tujuan penilaian dan koreksi dalam aktivitas ‘conrolling’ dimaksudkan agar proses pekerjakan yang ditemukan menyimpang dapat diperbaiki. Pimpinan melakukan pemeriksaan dan mencocokkan rencana kerja dengan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan yang sedang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Pengawasan  terdiri dari dua tahap[18] 1. Menetapakan standar kriteria pelaksanaan pekerjaan (untuk mengatur pelaksanaan pekerjaan dalam organisasi) 2. Pengawasan adalah pengukuran hasil kerja.
Proses pengawasan tergantung pada kondisi kerja organisasi dan selanjutnya pimpinan/manajer memberikan tanggung jawab kepada seseorang yang diamanatkan khusus untuk melaksanakan pengawasan. Seseorang yang diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan harus bebas dari pengawasan.
J.      Peran Manajemen Organisasi
Peran manajemen dimaksudkan untuk menggambarkan peran yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin atau manajer dalam mengelola atau menggerakkan organisasi. Ada tiga peran [19] yang harus dilakukan oleh manajer dalam mengelola atau menggerakan organisasi.
1.       Menjalin hubungan antarpribadi
Ada 3 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalan menjalin hubungan antar pribadi , yaitu sebagai:
a.       Pemimpin simbolis ditugaskan untuk menjalankan kewajiban rutin yang bersifat legal dan sosial, seperti: memberikan ucapan selamat datang kepada tamu, menandatangani dokumen resmi organisasi.
b.      Pemimpin ditudaskan untuk memotivasi, melatih, mengisi staf dan melakukan aktivitas bersama karyawan.
c.       Penghubung betugas untuk memperluas jaringan, memberikan informasi dan melakukan semua aktivitas yang melibatkan pihak eksternal.
2.      Menjaring informasi
Ada 2 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalam menjaring informasi, yaitu sebagai :
a.       Pemantau ditugaskan untuk mencari informasi internal dan eksternal.
b.      Penyebab ditugaskan untuk meneruskan informasi yang didapatkan kepada anggota organisasi.
3.      Peran dalam pengambilan keputusan
Ada 4 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalam mengambil keputusan, yaitu sebagai :
a.      Entrepreneur (wirausahaan) yang ditugaskan untuk mencari peluang dan usaha untuk mengembangkan organisasi dengan jalan pengorganisasian strategis dan mengembangkan program baru.
b.      Disturbance handler (penyelesaian gangguan) yang bertanggung jawab atas tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan.
c.       Resources allocator (pengalokasi sumber daya) yang membuat  atau menyetujui keputusan-keputusan organisasi serta tanggung jawab atas alokasi sumber daya organisasi.
d.      Perunding yang bertanggung jawab mewakili organisasi melakukan perundingan-perundingan untuk kepentingan pengembangan organisasi.

K.    Hubungan antara Manajemen dengan Organisasi
Organisasi
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Kemudian menurut Janet M. Kragel organisasi sebagai organisme
Manajemen
Segala yang terjadi dalam proses mencapai tujuan tadi memerlukan pengelolaan. Disinilah manajemen masuk dalam organisasi. Dalam kalimat yang sederhana, manajemen berarti juga proses mengatur segala hal dalam organisasi.
Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang berarti menangani, managere diterjemahkan kedalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen akhinya management diterjemahkan kedalam bahasa indonesia menjadi manajemen/ pengelolaan.Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.


[1] Herbert A. Simon., public administration, Alfred Knopf, New York, 1959, hal 3
[2] Leonard  white, introduction to The Study of Public Administration , The Mac Millan Company, New York, 1955, hal 1
[3] Hadari Nabawi, administrasi personel, Gunung Agung, Jakarta, 1990.
[4] The Liang Gie, Administrasi Perkantoran Modern, Nur Cahaya, Yogyakarta, 1983, hal 12
[5] Nawawi Handari dan M. Martini Hadari, ilmu administrasi, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1994.
[6] Mengetahui : tugas pokok dan fungsi humas (hubungan masyrakat)
[7] Prajudi Atmosudirjo, Administrasi Dan Manajemen Umum, Ghalia Indonesia, jakarta, 1982, hal 32.
[8] Sondang P. Siagian, Administrasi Pembangunan, Gunung Agung, Jakarta, 1985 hal 7
[9] Sahya anggara,
[10] Sesuatu : sumber daya
[11] S.P Hasibuan, manajemen dasar, pengertian dan masalah
[12] harlod koonts dan cyril, principles of management and analyses of management function
[13] Sondang P. Siagian, Administrasi Pembangunan
[14] Terry, George. R, Priciple of Management, United state of America, Ruchard D. Irwin Inc 1958.
[15] Disusun secara prosedural
[16] Person : staff atau pejabat
[17] Mendelegasikan kekuasaan
[18] Menurut Murdiek (1983)
[19] Meneurut Henry mintzberg (robbin,2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar