A.
Pengertian
Manajemen
Manajemen pada dasarnya
adalah upaya mengatur segala sesuatu untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam
kegiatan mengatur ini kemudian timbul beberapa masalah. Siapa yang
mengatur,mengapa harus diatur , dan apa tujuan dari pengaturan tersebut. Dari
pertanyaan tersebut maka diperlukan kegiatan mempelajari, mendalami, dan
mempraktikkan konsep manajemen secara baik sehingga tujuan organisaasi dapat di
capai dengan baik.
Karena
sifat pengaturan melekat pada manajemen, maka banyak orang yang mengartikan
manajemen sebagai tata laksana atau ketatalaksanaan , yaitu suatu kegiatan
mengatur , membimbing, dan memimpin orang-orang yang menjadi bawahan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari
uraian tersebut tampak bahwa dalam manajemen terdapat dua hal penting, yaitu :
a. Jabatan,
yaitu kedudukan-kedudukan yang disediakan bagi orang-orang yang memenuhi syarat
dan keahlian dalam jabatan tersebut.
b. Job, yaitu
pekerjaan merencanakan, mengatur, mengarahkan, melaksanakan, dan mengawasi atau
mengendalikan jalannyakegiatan dalam pencapaian tujuan tertentu.
Untuk
lebih jelasnya, berikut ini disajikan beberapa definisi manajemen menurut para
ahli manajemen.
1. Menurut
S.P Hasibuan[1]
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumbr-sumber lainnya secara efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2. Menurut
harlod koonts dan cyril[2] “management is getting things done through
people. In bringing about this coordinating of group activity, the manager
plans, organizes, staffs, direct, and control the activities other people”. Artinya
manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan
orang lain.
3. Menurut
Sondang P. Siagian[3]
Manajemen adalah kemampuan dan
keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan
melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
Dari
definisi-definisi tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ada yang menyebut
manajemen sebagai ilmu dan ada pula yang berpendapat manajemen sebagai seni.
Manajemen sebagai ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan
sistematis. Manajemen sebagai seni adalah suatu kreativitas pribadi yang
disertai suatu keterampilan. Ilmu pengetahuan mengajarkan kepada orang tentang
suatu pengetahuan tertentu, sedangkan seni mendorong orang untuk
mempraktikannya. Seni dalam manajemen meliputi kemampuan untuk memadukan suatu
visi atau tujuan dengan keterampilan tertentu. Dengan demikian, seorang manajer
dapat disebut sebagai eorang ilmuan dan juga senian. Orang yang memiliki
pengetahuan luas tentang konsep dan prinsip-prinsip manajemen belum tentu dapat
melaksanakannya jika tidak menguasai manajemen.
B.
Mengapa
manajemen dibutuhkan ?
Manajemen
dibutuhkan semua orang atau oganisasi. Tanpa manajemen usaha untuk mencapai
suatu tujuan akan sia-sia belaka.
Adapun alasan yang
diperlukan manajemen adalah sebagai berikut :
a.
Manajemen dibutuhkan untuk mencapai
tujuan pribadi, kelompok, organisasi atau perusahaan.
b.
Manajemen dibutuhkan untuk menciptakan
keseimbangan diantara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran, dan kegiatan-kegiatan
dari perusahaan, seperti pengusaha dan karyawan, kreditur dan nasabah, atau masyarakat
dan pemerintah.
c.
Manajemen dibutuhkan untuk mencapai
efisiensi dan produktivitas kerja organisasi atau perusahaan.
C.
Manajemen
Organisasi
` Eksistensi manajemen dalam organisasi
menjadi sangat penting, karena tanpa manajemen tidak akan ada tujuan organisasi
yang akan dicapai. Untuk mencapai tujuan organisasi, tentu sangat ditentukan
oleh kompetensi individu-individu yang mengendalikan manajemen atau di sebut
manajer. Manajer menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan untuk
mengefektikan proses dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh
organisasi semaksimal munkin.
Manajemen sangat penting bagi setip
aktivitas-aktivitas individu atau kelompok dalam organisasi untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. Manajemen berorientasi pada proses yang berarti bahwa
manajemen membutuhkan sumber daya manusia, pengetahuan, dan keterampilan agar
aktifitas lebih efektif atau dapat menghasilkan tindakan dalam mencapai
kesuksesan.
D.
Fungsi
dasar Manajemen Organisasi
Menurut
George R. Terry[4]
fungsi dasar Manajemen dibagi menjadi empat, yaitu :
1.) Perencanaan
(Planning)
Perencanaan
adalah kegiatan yang pertama-tama yang harus dilaksanakan sebelum aktivitas
lainnya dilakukan. Oleh sebab itu, perencana yang baik adalah perencana yang
berorientasi tujuan (goal oriented).(1993)
Dalam
menyusun perencanaan, menurut setiono (1993) ada 7 tahapan yang perlu
dilakukan, yaitu 1. Membuat perkiraan yang dihubungkan dengan pencapaian
tujuan, 2. menetapkan tujuan, 3. Mengumpulkan data-data informasi yang diperlukan
sebagai bahan penyusunan perencanaan, 4. Menentukan alternatif , 5. Menyusun
rencana, 6. Menetapkan rencana, dan 7. Melaksanakan rencana. Setelah menyusun
dan menetapkan rencana kegiatan, langkah selanjutnya adalah melakukan
pengorganisasian.
2.) Pengorganisasian
(Organizing)
Pengorganisasian
adalah suatu proses mendistribusikan pekerjaan dan tugas-tugas serta
mengkoordinasikannya untuk mencapai tujuan organisasi
Ada
4 hal yang perlu dilakukan dalam aktivitas ‘organizing’,
yaitu a.) membagi dan mengelompokkan pekerjaan, b.) menetapkan pekerjaan yang
harus dilakukan , c.) pendelegasian wewenang, d.) menyediakan tempat kerja dan
teknologi pendukung. Di samping itu Terry mengungkapkan 6 cara mengorganisasi (how to organize) :
1.
Know
the organization’s objctives (mengetahui tujuan
organisasi)
Usaha pengorganisasian harus sejalan
dengan pekerjaan yang akan dikerjakan atau diselesaikan. Oleh sebab itu,
mengetahui atau menetapkan ‘tujuan’ organisasi merupakan langkah yang
sangat penting, oleh karena ‘tujuan’
merupakan syarat yang mendasar dalam melakukan pengorganisasian.
2.
Breakdown
the work to be done into compenent activities :
Susunlah secara berurut kegiatan/ pekerjaan yang akan dilaksanakan.
3.
Group
the activities into practical unit (mengelompokkan kegiatan
pada unit/bagian/bidangnya masing-masing) misalnya kegiatan ‘olah raga’ harus
berada/dikerjakan/di bawah tanggung jawab kepala dinas/kepala bagian pemuda dan
olahraga.
4.
Define
clearly the duties to be carried out and indicate by whom. Uraikan
atau definisikan dengan jelas tugas yang harus dilaksanakan dan catat person[5] yang diindikasikan sesuai atau sangat pantas
dikerjakan oleh peson tersebut.
5.
Assign
qualified personel setelah
tugas difahami tentukan orang/staff yang akan melaksanakan. Apabila organisasi
ingin mencapai tujuannya dengan efektif, efisien dan rasional, maka penentuan orang tidak lagi
lagi didasarkan paa “family approach,
money approach or political approach’ . melainkan didasarkan pada
kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki oleh staff dengan tugas yang dia
akan laksanakan. Oleh sebab itu, bagi banyak organisasi modern , sebelum
menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas tersebut calon pekerja menjalani
psyco-test atau poencial academic test. Melalui hasil test itulah akan mudah
diketahui tugas yang sesuai dengan caln pekerja yang akan melaksanakan tugas
tersebut.
6.
Deligate
the require authority to the assigned personnel. Mendelegasikan kepada
person yang telah ditunjuk untuk melaksanakan tugas.
3.) Actuating/Directing
Setelah
melakukan pengorganisasian, langkah selanjutnya yaitu “actuating’ pekerjaan.
Actuating
dimaksudkan agar sumber daya manusia dalam organisasi mau dan suka melakukan
dan menyelesaikan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu,
‘actuating’ juga diorientasiakan agar setiap individu dalam organisasi
diharapkan bersedia melaksanakan dan kenyelesaikan pekerjaannya tanpe menunggu
dari perintah atasan. Setiap individu dalam organisasi diharapkan berinisiatif
melaksanakan dan menyelesaikan tugas mereka masing-masing. Merekapun diharapkan
mampu menjalin kerja sama antara sesama tidak petugas/karyawan serta mencari
dan membuka akses ’network’ dengan pihak eksternal tanpa perintah
pimpinan.
4.) Pengawasan
(controlling)
Sebagai
salah satu dimensi fungsi manajemen, ‘controlling’
dimaksudkan untuk melaksanakan penilaian dan koreksi terhadap proses pekerjaan
yang sedang berlangsung.
Tujuan
penilaian dan koreksi dalam aktivitas ‘conrolling’ dimaksudkan agar proses
pekerjakan yang ditemukan menyimpang dapat diperbaiki. Pimpinan melakukan
pemeriksaan dan mencocokkan rencana kerja dengan pekerjaan yang sedang
dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan yang sedang dilaksanakan
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Pengawasan terdiri dari dua tahap[6] 1.
Menetapakan standar kriteria pelaksanaan pekerjaan (untuk mengatur pelaksanaan
pekerjaan dalam organisasi) 2. Pengawasan adalah pengukuran hasil kerja.
Proses
pengawasan tergantung pada kondisi kerja organisasi dan selanjutnya
pimpinan/manajer memberikan tanggung jawab kepada seseorang yang diamanatkan
khusus untuk melaksanakan pengawasan. Seseorang yang diberi kewenangan untuk
melakukan pengawasan harus bebas dari pengawasan.
E.
Peran
Manajemen Organisasi
Peran
manajemen dimaksudkan untuk menggambarkan peran yang harus dilakukan oleh
seorang pemimpin atau manajer dalam mengelola atau menggerakkan organisasi. Ada
tiga peran [7]
yang harus dilakukan oleh manajer dalam mengelola atau menggerakan organisasi.
1. Menjalin hubungan antarpribadi
Ada
3 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalan menjalin hubungan antar
pribadi , yaitu sebagai:
a. Pemimpin
simbolis ditugaskan untuk menjalankan kewajiban rutin yang bersifat legal dan
sosial, seperti: memberikan ucapan selamat datang kepada tamu, menandatangani
dokumen resmi organisasi.
b. Pemimpin
ditudaskan untuk memotivasi, melatih, mengisi staf dan melakukan aktivitas
bersama karyawan.
c. Penghubung
betugas untuk memperluas jaringan, memberikan informasi dan melakukan semua
aktivitas yang melibatkan pihak eksternal.
2. Menjaring
informasi
Ada
2 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalam menjaring informasi,
yaitu sebagai :
a. Pemantau
ditugaskan untuk mencari informasi internal dan eksternal.
b. Penyebab
ditugaskan untuk meneruskan informasi yang didapatkan kepada anggota
organisasi.
3. Peran
dalam pengambilan keputusan
Ada
4 peran yang harus di jalan oleh seorang pimpinan dalam mengambil keputusan,
yaitu sebagai :
a.
Entrepreneur
(wirausahaan)
yang ditugaskan untuk mencari peluang dan usaha untuk mengembangkan organisasi dengan
jalan pengorganisasian strategis dan mengembangkan program baru.
b.
Disturbance
handler (penyelesaian gangguan) yang bertanggung jawab atas
tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan.
c.
Resources
allocator (pengalokasi sumber daya) yang membuat atau menyetujui keputusan-keputusan organisasi
serta tanggung jawab atas alokasi sumber daya organisasi.
d.
Perunding yang bertanggung jawab
mewakili organisasi melakukan perundingan-perundingan untuk kepentingan
pengembangan organisasi.
[1] S.P Hasibuan, manajemen dasar, pengertian dan masalah
[2] harlod koonts dan cyril, principles of management and analyses of
management function
[3] Sondang P. Siagian, Administrasi
Pembangunan
[4] Terry, George. R, Priciple of Management, United state of
America, Ruchard D. Irwin Inc 1958.
[5] Person :
staff atau pejabat
[6] Menurut
Murdiek (1983)
[7] Meneurut Henry mintzberg (robbin,2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar